Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Selasa, 14 Oktober 2008

Shalat Pemelihara Diri

Jadikan Shalat Sebagai Pemelihara Diri
Oleh : Dedy Suyanto


"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Quran), dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah lain). Dan Allah mengetahui yang kamu kerjakan."
(al-Quran surah al-Ankabut ayat 45)

Membaca Alquran berbeda dengan membaca koran, majalah dan harian pagi media masa lainnya. Kata "baca" dalam Islam memiliki pengertian yang luas, tidak hanya pada sebatas lidah, namun juga membaca ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran) Allah dan kemudian direnungkan dalam hati dan kemudian diikuti dalam kehidupan sehari-hari. Dan Allah Maha Mengetahui atas apa-apa yang dikerjakan hamba-Nya, sehingga shalat, wajib dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah. Niat ikhlas inilah yang menjadi cikal bakal timbulnya kesabaran yang akan menjadikan shalat benar-benar menjadi pemelihara dan penolong bagi yang mendirikannnya dari perkara keji dan mungkar.

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai senjata penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat (yaitu menjadikan sabar dan shalat sebagai sarana pertolongan), kecuali orang-orang yang khusuk. (Yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya."
(al-Quran surah al-Baqarah ayat 45 dan 46)

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai pertolonganmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
(al-Quran surah al-Baqarah ayat 153)

Shalat adalah serangkaian ucapan dan gerakan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, mengumandangkan kebesaran Allah untuk keselamatan seluruh alam. Karena Baginda Rasul diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

"Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi alam semesta". (al-Quran surah al-Anbiya'i ayat 107)

Islam begitu cemerlang dibawah kearifan baginda Rasul Saw, namun Islam kini telah dinodai oleh orang-orang yang tidak mengetahui dan tidak mau tahu tentang kebesaran Allah, kini Islam telah identik dengan kekerasan. Begitu banyak hujatan-hujatan yang dilontarkan oleh Yahudi dan Nasrani oleh karena kebenciannya sehingga dibuatlah kisah-kisah dan sejarah palsu, hadits palsu dan fitnahan keji kepada Rosulullah Saw hanya untuk mendeskriditkan Islam. Sebagai agama rohmatalill 'alamin, maka Islam harus mampu menyikapinya dan mengambil nikmah dari setiap hujatan dan cacian yang datang dan menjadikan semua itu sebagai ujian dari Allah Swt.

"Dan Kami tidaklah mengutus kamu, melainkan kepada manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
(al-Quran surah Saba' ayat 28).

Shalat juga merupakan kabar gembira dan peringatan kepada manusia tentang adanya hari akhir dan adanya Penguasa dihari pembalasan (kiamat) sehingga akan timbul kesadaran dalam hati, hanya akan menyembah dan mohon pertolongan-Nya.

" Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan."
(al-Quran surah al-Fatikhah ayat 5)

Dunia yang dianggap pasti dan nyata ini ternyata hanya semu dan senda gurau saja, ternyata ada kehidupan yang lebih pasti nyata dan menjanjikan yaitu kampung akherat, demikian ini hanya orang-orang yang mengetahui yang mampu menerima kebenaran dari Sang Khalik. Semuanya telah jelas dan tidak ada keraguan di dalamnya (al-Quran).
"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, "
yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung
(al-Quran surah al-Baqarah ayat 2 sampai dengan 5)

Untuk menjadikan shalat sebagai penolong diri, maka wajiblah didalam hati kita ditanamkan ;
Tiada Tuhan Sang Pencipta Selain Allah dan Mukhammad Saw Utasan Allah.
Bertemunya dan kembalinya manusia pada Tuhan Sang Pencipta dihari pembalasan.
Tiada Penolong selain Allah Swt, tiada yang lain.

Kepada Allah dan Rasul-Nya saya mohon ampun atas segala kealpaan dan semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk-Nya, Amin.

Senin, 13 Oktober 2008

Takut kepada Allah

TAKUT KEPADA ALLAH

Oleh : Dedy Suyanto


"Apakah kamu tidak melihat bahwa sesungguhnya Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, lalu kami keluarkan karenanya beberapa buah-buahan yang bermacam-macam warnanya. Dan sebagian gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang bermacam-macam warnanya dan ada (pula) beberapa batu yang hitam. Dan demikian pula diantara manusia, binatang melata dan binatang ternak dan yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya, hanyalah ulama'. Sesunguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun".
(Alquran Surah Fatir ayat 27 dan 28).

Menurut Imam Ghazali yang dimaksud Ulama dalam ayat di atas adalah "... orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah Swt". Adapun orang yang takut kepada Allah, maka Allah memberikan keutamaan-keutamaan sebagai berikut ;
  1. Selalu mendapat PetunjukNya dan RahmatNya "Petunjuk dan Rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya". (Alquran Surah Al-A'raf ayat 154).
  2. Dikaruniai Ilmu "Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya, hanyalah ulama". (Alquran Surah Fatir ayat 28).
  3. Mendapat Keridhoan-Nya "Allah ridho terhadap mereka dan merekapun ridho kepada-Nya. Yang demikian adalah (balasan) bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya". (Alquran Surah Albayinah ayat 8).
  4. Diberikan Sorga-Nya "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya sorgalah tempat tinggalnya". (Alquran Surah An-Naziat ayat 40 dan 41).
Di jaman sekarang manusia yang tidak takut kepada Allah sangat banyak, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengenalan dirinya kepada Sang Pencipta. Manusia kebanyakan lupa dan tidak sadar bahwa kehidupan didunia hanyalah sebentar, ya sebentar.... normal rata-rata umur yang diberikan hanya lebih kurang 60 tahun, sementara kemerdekaan Republik Indonesia kini telah mencapai 63 tahun, sebentar bukan?

Kita juga acap kali mengeluh jika tertimpa musibah dan amat sedikit dari kita yang dengan cerdas mengambil hikmah dari semua musibah yang menimpa diri. Tingkat syukur kita kepada Sang Pencipta amat tipis. Padahal dengan kasat mata disetiap hari, setiap detik kita dapat melihat, menyaksikan, merasakan dan menikmati kasih sayang Allah Swt kepada kita, namun lagi-lagi amat sedikit dari kita yang dengan cerdas dapat mengambil iktibar dari setiap kejadian. Mungkin inilah salah satu karang di hati kita sehingga kita tidak takut kepada Sang Pencipta.

Selayaknya kita berdo'a Ya Allah ampunilah kami, karena kami telah menganiaya diri kami sendiri, tiada tuhan selain Engkau yang dapat mengampuni dari dosa-dosa yang tiada sanggup kami menanggungnya. Jadikanlah kami hambaMu yang sadar diri, yang pandai bersyukur dan takut Kepada-Mu. Amin.