Hadits tersebut diatas menunjukkan bahwa segala kenikmatan yang ada di dunia saat ini belum sebanding dengan nikmat yang akan diterima di akherat kelak. Sebab di dunia Allah swt hanya memberikan satu nikmat saja sedangkan sisanya yang 99 akan Allah berikan kelak di hari kiamat, tentu bagi orang-orang yang shaleh dan orang-orang yang selalu mengamalkan kebajikan.
Kenapa tidak Allah swt turunkan lebih banyak lagi di dunia ini, kenapa harus satu? ini barangkali pertanyaan yang muncul ketika mendengar hadits di atas. Perlu diingat bahwa Allah swt itu adalah sang pencipta, Allah swt tahu betul sifat dan karakter ciptaannya. Apabila Allah swt memberi lebih, maka manusia dipastikan lupa pada tuhannya dan apabila diberi kurang maka akan banyak manusia yang berkeluh kesah kepada tuhannya. Sedangkan satu nikmat saja Allah swt berikan sudah banyak manusia yang lupa, apalagi Allah swt berikan lebih misalnya dua, tiga atau empat. Demikianlah kira-kira salah satu hikmah yang terkandung dalam hadits di atas, sekaligus sebagai bahan renungan bahwa hari kiamat pasti dan pasti akan datang. Sehingga akan dapat menumbuhkan ingatan dan kesadaran bagi manusia yang selama ini lupa terhadap siapa jati diri manusia itu sebenarnya di hadapan tuhan semesta alam.